Kebutuhan pangan masyarakat indonesia terpenuhi, swasembada beras, sembako murah, kesehatan murah, pendidikan terjangkau, lapangan kerja yang luas, penduduk Indonesia pinter-pinter.....sebuah impian tiap insan di negeriku Indonesia. Wah, betapa indahnya Indonesia ini jika semua masyarakatnya makmur sentosa di negeri yang kaya ini, tapi kenapa justru kita seperti tamu di negeri sendiri? Dimanakah rasa keadilan bagi rakyat???
Saya tidak akan membahas hal tersebut, karena sungguh menyakitkan. Saya terjun langsung ke masyarakat petani di desa terutama di wilayah Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Sebagian besar petani masih hidup d bawah garis kemiskinan, sungguh ironis..... Seharusnya petani lah yang menangguk manisnya hidup di negeri yang konon agraris ini, tapi mengapa yang terjadi malah sebaliknya???? Jadi apa salah ketika para petani tak mau lagi menggarap sawah mereka dan beralih pindah ke kota dan menjadi buruh bangunan? Mereka tak sepenuhnya salah, karena mereka merasakan sendiri betapa beratnya mempertahankan hidup di desa ketika harga pupuk mahal, tenaga kerja mahal tetapi harga gabah sangat murah. Wah...wah....kalo keadaan begitu terus siapapun juga tak ada yang mau jadi petani, wong rugi terus. Mending pindah ke kota, kerja dapet gaji tinggal beli deh....
Jika keadaan seperti ini terus terjadi, siapa yang akan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat? Apa bisa negara kita terus mengandalkan impor dari negara lain? Jika kita sudah sangat bergantung masalah pangan dengan negara lain, bagaimana nasib kita di masa akan datang? Ironis sekali...... Belum lagi kecukupan protein, lebih berat lagi. Karena tak dapat dipungkiri, kecukupan protein masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Hal ini juga bisa mengindikasikan bahwa tingkat intelektualitas sebagian besar masyarakat masih sangat kurang. Gimana mau maju???
Pemerintah Republik Indonesia hanya mengalokasikan tak lebih dari 5% dari APBN untuk sektor pertanian (termasuk sub sektor peternakan didalamnya). Lagi-lagi ini membuat saya bingung, dimana sebenarnya pondasi dan arah pembangunan Indonesia? Sudah jelas sebagian besar masyarakat Indonesia hidup dari sektor pertanian, tapi kenapa alokasi dana untuk sektor ini cuma kurang dari 5%? Kalo memang diarahkan untuk pembangunan, it's ok...bisa diterima, tetapai buktinya apa? hanya segelintir masyarakat yang menikmati hasil pembangunan. Hanya kota-kota besar yang menikmatinya. Masyarakat petani? hanya bisa melihat di televisi aja tuh... Memang sudah seharusnya, Pemerintah lebih memperhatikan petani. Salah satu bentuknya ya memperbanyak alokasi dana untuk sektor pertanian dunk....Masyarakat itu ga butuh BLT (hehe sok tau) BLT itu ga produktif, mereka butuh kail yang bisa menjamin kehidupan mereka untuk seterusnya, bukan hanya sesaat aja kayak BLT itu....
Saya sangat yakin, petani tidak menuntut banyak. Mereka hanya butuh infrastruktur pertanian murah dan sistem pemasaran hasil panen yang jelas, udah cukup. Tak hanya jadi sapi perahan para tengkulak.
Mari kita memikirkan bersama, apa yang seharusnya kita lakukan....
Mari bersama-sama kita bertindak....saat ini juga....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar