Itu pertanyaan yang sangan menggelitik saya sejak dulu. Kenapa jurusan pertanian secara umum menjadi pilihan akhir bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tingginya? Padahal basic kebanyakan masyarakat kita adalah pertanian, mungkinkah orang tua mereka begitu takut anaknya tidak mendapatkan pekerjaan yang layak jika kuliah di bidang pertanian? Pertanyaan yang tiada akan ada habisnya, karena sudah menjadi sistem pemikiran yang sangat rumit untuk diluruskan kembali. Semua tidak lepas dari sitem pembangunan nasional khususnya di bidang pertanian yang sempat ditinggalkan karena kampanye jargon PEMBANGUNAN yang disalahartikan oleh konseptor pembangunan hanya di bidang fisik bangunan saja. Bukan pembangunan secara menyeluruh di segala bidang. Akibatnya? Jurusan teknik menjadi laris manis, bahkan orang tua calon mahasiswa rela mengeluarkan dana berapapun agar bisa memasukkan anaknya ke jurusan teknik yang dianggap favorit, padahal menurut hemat saya, jurusan favorit hanyalah karena sudut pandang masyarakat yang menganggap jurusan favorit pasti akan bekerja dengan gaji tinggi tanpa perlu kerja keras. Omong kosong itu semua..... Semua kerja pasti butuh kerja keras, sepintar apapun Habibie, tanpa kerja kerasnya untuk maju dia tak akan jadi seperti ini.
Mungkin juga karena orang tua calon mahasiswa yag kebanyakan petani tidak ingin anaknya susah seperti mereka, harus ke sawah tiap hari, panas dan hasilnya juga tak menentu, leboh enak kuliah terus kerja dapet gaji ga usah susah-susah ke sawah. Lebih enak kerja di kantor, gaji pasti. Tapi apapun alasannya, saya pikir kesalahan mendasar adalah kurangnya perhatian Pemerintah terhadap pengembangan sektor pertanian, aehingga dianggap sektor pertanian hanya pelengkap, bukan komoditas unggulan yang bisa dibanggakan, jadinya masyarakat pun jadi punya anggapan bahwa sektor pertanian hanya akan rugi. Tetapi bila terjadi seperti saat ini, ketika krisi dunia, diantaranya krisis pangan melanda sebagian besar negara di dunia, apa yang bisa kita lakukan? Kita patut bersyukur masih punya cadangan pangan yang cukup, jika tidak mau dikemanakan negara kita?
Kalo semua calon mahasiswa ingin kuliah di luar sektor pertanian, apa jadinya negara kita yang agraris ini? Sangat ambigu sekali, negara agraris tapi masih ekspor komoditas pertanian. Saya jadi ingat kata dosen saya : TAK ADA NEGARA MAJU YANG BASIS PERTANIANNYA TIDAK KUAT, KARENA KETERSEDIAAN PANGAN ADALAH MODAL UTAMA SUATU NEGARA UNTUK MAJU. JIKA RAKYAT TERCUKUPI KEBUTUHAN PANGAN, MAKA KEMAJUAN DI BIDANG LAIN TINGGAL MENUNGGU WAKTU SAJA.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Jayalah Peternakan Indonesia. . . .It's our hope and We wish that not just in imagine. . .
BalasHapusjust do your best Let God Do the Rest. . .
chayoo